Jakarta - Beberapa waktu lalu, Bupati Siak Afni Zulkifli melakukan kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau. Kunjungan tersebut berfokus pada mendorong peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Siak melalui optimalisasi sektor pajak dan bagi hasil yang lebih berkeadilan.
Afni mengungkapkan akan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. Ia mengusulkan agar nomor seri kendaraan bermotor tertentu, seperti seri “X”, bisa langsung masuk dan terdaftar di Siak sehingga potensi pajaknya tidak lagi mengalir ke daerah lain.
“Kami lakukan inovasi pajak kendaraan, supaya kontribusinya benar-benar kembali ke Siak,” ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip dari laman mediacenter.riau.go.id pada Kamis (29/01).
Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar pajak air permukaan yang ada di wilayah Siak. Namun, menurutnya, masih terdapat keterbatasan kewenangan kabupaten karena banyak urusan pajak yang kini ditarik ke pusat. Karenanya dia berharap kebijakan tersebut tidak justru mengurangi pendapatan daerah.
“Kewenangan kabupaten banyak yang ditarik. Kami harap ini tidak mengurangi pendapatan kami,” tambahnya.
Afni mencontohkan bahwa sejumlah industri besar seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS) izinnya berada di tingkat provinsi, padahal terdapat komponen seperti AMDAL dan perizinan lainnya yang seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan daerah.
Bahkan ia juga mengkritisi keberadaan perusahaan swasta, BUMN, hingga pelabuhan besar di Siak, seperti pelabuhan yang berada di Tanjung Buton, yang dinilainya belum memberi kontribusi signifikan bagi kas daerah.
Namun demikian, Afni menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah tidak boleh membebani masyarakat dan menolak kebijakan pajak yang menyulitkan rakyat, seperti pajak restoran dan pungutan lain yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.
“Pajak yang menyusahkan rakyat, saya tidak mau,” ujarnya.
Selanjutnya, Afni juga mengusulkan agar perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Siak menggunakan kendaraan bermotor dengan pelat nomor Riau (BM).
“Jika kendaraan operasional perusahaan didaftarkan di Siak, maka daerah akan memperoleh tambahan penerimaan dari pajak kendaraan bermotor,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Riau Ninno Wastikasari menyatakan komitmennya untuk melakukan terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ia bahkan menyebut telah siap dievaluasi jika program peningkatan pendapatan tidak menunjukkan hasil dalam enam bulan ke depan.
“Saya sudah buat program. Kalau tidak selesai dalam enam bulan, saya siap dievaluasi. Surat sudah saya siapkan,” tegasnya.
Ninno juga menekankan bahwa kreativitas menjadi kunci utama di Bapenda. Tanpa inovasi, pembangunan tidak akan berjalan optimal.
“Di Kabupaten Siak terdapat dua UPT Bapenda, yakni UPT Perawang dan UPT Siak, yang berperan penting dalam mendukung pendapatan pajak daerah,” jelas Ninno.